Keutamaan Membaca Al-Qur'an

Oleh: Ulinuha Asnawi (diambil dari website http://www.piss-ktb.com)

Diriwayatkan dari Abi Umamah Ra, dia katakan bahwa aku telah mendengar Rosulullah Saw bersabda; Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya dia akan datang dihari kiyamat sebagai syafa’at orang yang membacanya. [HR. Imam Muslim]

Diriwayatkan dari An-Nawwas bin Sam’an RA,- dia katakan bahwa aku mendengar Rosulullah Saw,- bersabda; Al-Qur’an kelak dihari kiyamat akan datang dan Ahlul qur’an, yakni orang mengamalkan kandungan Al-Qur’an ketika masih didunia, yang didahului Surah Al-Baqarah dan Ali Imran yang menjadi hujjah bagi orang yang membacanya. [HR. Muslim]

Diriwayatkan dari Utsman bin Affan Ra,- dia katakan, bahwa Rosulullah Saw,- telah bersabda; Sebaik-baik seseorang dari kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an, kemudian mengajarkannya. [HR. Bukhari]

Diriwayatkan dari Aisyah Ra,- dia katakan bahwa Rosulullah Saw,- telah bersabda; Orang yang membaca Al-Qur’an dan dia mahir dalam pelafalannya, maka dia bersama para Malaikat (Kiramim barrah) utusan Alloh yang mulia dan sangat patuh, sedangkan seseorang yang membaca Al-Qur’an dan dia tidak mahir dalam pelafalannya maka dia mendapatkan dua pahala. [HR. Mutafaq ‘alaih]

Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ary Ra,- dia katakan bahwa Rosulullah Saw,- telah bersabda; Perumpaman seorang mukmin yang membaca Al-Qur’an bagaikan buah jeruk Utrujah, aroma-nya harum dan rasanya sedap, perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an bagaikan buah kurma, tidak memiliki aroma dan rasanya manis, perumpamaan seorang munafik yang membaca Al-Qur’an bagaikan buah Rihanah, yaitu buah yang aromanya harum sedang rasa-nya pahit kemudian perumpamaan orang Munafik yang tidak membaca Al-Qur’an bagaikan rumput Handzalah, yaitu rumput yang tidak ada baunya sedangkan rasa-nya pahit. [HR. Mutafaqun ‘aih]

Diriwayatkan dari Umar bin Khattab Ra,- bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad Saw telah bersabda; Sesungguhnya Alloh Ta’ala mengangkat derajat beberapa kaum sebab adanya Al-Qu’an ini, dan merendahkan derajat kaum yang lain-nya sebab adanya Al-Qur’an. [HR. Muslim]

Diriwayatkan dari Ibnu Umar Ra,- dari Nabi Saw,- bahwa beliau telah bersabda; Tidak dihalalkan hasud kecuali pada dua orang, kepada seseorang yang diberikan oleh Alloh Ta’ala kepandaian membaca Al-Qur’an, dan dia terus membacanya pada pertengahan malam dan siang hari, dan kepada seseorang yang diberikan oleh Alloh Ta’ala harta, dan dia meng-infaq-kan harta-nya baik pada malam hari atau siang hari. [HR Mutafaqun ‘alaih]
.
Diriwayatkan dari Barra’ bin ‘Azib Ra,- dia katakan, bahwa ada seseorang yang membaca Surah Al-Kahfi dan dia mempunyai seekor kuda dan diikat dengan dua utas tali kekang, kemudian datang segumpalan awan hingga menutupi-nya, sehingga membuat kuda tersebut lari dari-nya. Ketika menjelang pagi orang tersebut sowan mendatangi Nabi Saw,- kemudia menceritrakan kejadian yang dialaminya, kemudian Nabi Saw,- bersabda; Itu adalah Sakinah (ketenangan), yang turun karena adanya bacaan Al-Qur’an. [HR. Mutafaqun ‘alaih]

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Ra,- dia katakan bahwa Rosulullah Saw,- telah bersabda; Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an kitabullah, maka bagi-nya satu kebaikan, sedangkan satu kebaikan dibalas oleh Alloh Ta’ala dengan sepuluh kebaikan, tidak dikatakan Alif Lam Mim satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu hurf. [H.R At-Tirmidzi, dan beliau katakan bahwa hadits ini Shahih]

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Ra,- dia katakan bahwa Rosulullah Saw,- telah bersabda; Sesungguh-nya rumah yang didalam-nya tidak pernah dibacakan Al-Qur’an bagaikan rumah yang sunyi tak berpenghuni. [HR. At-Tirmidzi, beliau katakan bahwa hadits ini Hasan dan Shahih]

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin ‘Ash Ra,- dari Nabi Saw,- bahwa beliau telah bersabda; Sungguh, dikatakan kepada orang yang yang gemar membaca Al-Qur’an (ketika diakhirat kelak), “Bacalah dan menjadi tinggilah derajatmu serta bacalah dengan tartil, sebagaimana engkau membaca-nya dengan tartil ketika didunia, sebab tempat kedudukan-mu adalah akhir ayat yang engkau baca”. [HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, beliau mengatakan bahwa hadits ini Hasan]

Keterangan ini saya ambil dari Satu Bab khusus tentang Keutamaan Membaca Al-Qur'an, dari kitab Riyadlus sholihin, karya An-Nawawi Ad-Dimisyqy (W: 676H), semoga bermanfaat, terutama sebagai penyemangat tadarus dibulan Ramadlan ini. Amiin..